Rabu, 17 Oktober 2012
tugas Ilmu Kesehatan Masyarakat
Komunikasi
A. Pengertian
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal.
B. Sejarah komunikasi
Komunikasi atau communicaton berasal dari bahasa Latin communis yang berarti 'sama'. Communico, communicatio atau communicare yang berarti membuat sama (make to common). Secara sederhana komuniikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan. Oleh sebab itu, komunikasi bergantung pada kemampuan kita untuk dapat memahami satu dengan yang lainnya (communication depends on our ability to understand one another).
C. Komponen komunikasi
Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah :
1. Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
2. Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
3. Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
4. Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
5. Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
D. Dasar – dasar Komunikasi
1. Intention (niat)
Dasar yang pertamaapabila kita akan melaksanakan suatu komunikasi adalah niat atau rencana. Niat meliputi :
a. Apa yang akan di sampaikan
b. Siapa yang menjadi sasaran komunikasi
c. Apa tujuan yang ingin di capai
d. Bagaimana cara melaksanakannya
e. Kapan akan dilaksanakan
f. Dimana akan dilaksanakan
2. Attention (minat)
Minat komunikan di pengaruhi oleh :
a. Keadaan komunikator itu sendiri
Komunikator yang mempunyai penampilan kurang bahkan tidak menarik, akan mengurangu minat penerima komunikan
b. Isi pesan yang di sampaikan
Komunikasi yang tidak menyentuh komunikan atau bahkan pesannnya sulit untuk dipahami, maka akan mengurangi minat komunikan
c. Cara penyampaian
Cara penyampaian pesan yang baik untuk komunikator adalah dengan menggunakan segala panca indera
d. Keadaan komunikan
Latar belakang atau keadaan fisik komunikator akan mempengaruhi proses penyampaian informasi kepada komunikan
3. Perception (tanggap)
Makna dari informasi yang kita berikan kepada komunikan tergangtung daya tanggap komunikan, itulah sebabnya komunikator harus memahami keadaan komunikan agar pesan yang di sampaikan dapat di taggap atau di mengerti dengan baik
4. Retention (lekat)
Suatu pesan mudah dilupakan komunikan atau tidak melekat dihati komunikan, disebabkan oleh :
a. Alasan yang psikologis
Komunikan suka atau tidak dengan orang yang menyampaikan pesan
b. Karena informasi sudah lama tidak digunakan
Bila pesan sudah lama tidak disampaikan wajar akan membuat orang lupa, dan ini disebut fading. Untuk mencegah fading kita dapat dengan memberikan informasi secara berulang – ulang.
c. Adanya informasi baru
Perisiwa ini disebut blocking. Ini disebabkan karena adanya informasi yang datang secara bersamaan, sehingga informasi yang baru datanglah yang mudah untuk diingat. Blocking bisa dicegah dengan membatasi pesan yang disampaikan, tidak sekaligus.
5. Participation (libat)
Informasi bisa kita lihat berhasil atau tidak kita sampaikan adalah dengan mengevaluasi selama proses komunikasi berjalan sampai selesai. Dan bila pesan kita dilaksanakan oleh komunikan maka pesan yang kita sampaikan sudah berhasil.
E. Proses komunikasi
1. Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak.
2. Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya.
3. Media (channel) alat yang menjadi penyampai pesan dari komunikator ke komunikan.
4. Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan itu sendiri. Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.
F. Model-model komunikasi
Dari berbagai model komunikasi yang sudah ada, di sini akan dibahas tiga model paling utama, serta akan dibicarakan pendekatan yang mendasarinya dan bagaimana komunikasi dikonseptualisasikan dalam perkembangannya.
1. Model Komunikasi Linear
Model linear berasumsi bahwa seseorang hanyalah pengirim atau penerima. Tentu saja hal ini merupakan pandangan yang sangat sempit terhadap partisipan-partisipan dalam proses komunikasi.
2. Model Interaksional
Dengan kata lain, komunikasi berlangsung dua arah: dari pengirim dan kepada penerima dan dari penerima kepada pengirim. Proses melingkar ini menunjukkan bahwa komunikasi selalu berlangsung. Para peserta komunikasi menurut model interaksional adalah orang-orang yang mengembangkan potensi manusiawinya melalui interaksi sosial, tepatnya melalui pengambilan peran orang lain. Patut dicatat bahwa model ini menempatkan sumber dan penerima mempunyai kedudukan yang sederajat. Satu elemen yang penting bagi model interkasional adalah umpan balik (feedback), atau tanggapan terhadap suatu pesan.
3. Model transaksional
Model ini menggarisbawahi pengiriman dan penerimaan pesan yang berlangsung secara terus-menerus dalam sebuah episode komunikasi. Komunikasi bersifat transaksional adalah proses kooperatif: pengirim dan penerima sama-sama bertanggungjawab terhadap dampak dan efektivitas komunikasi yang terjadi. Model transaksional berasumsi bahwa saat kita terus-menerus mengirimkan dan menerima pesan, kita berurusan baik dengan elemen verbal dan nonverbal. Dengan kata lain, peserta komunikasi (komunikator) melalukan proses negosiasi makna.
G. Faktor yang mempengaruhi komunikasi diantaranya
1. Latar belakang budaya, interpretasi suatu pesan akan terbentuk dari pola pikir seseorang melalui kebiasaannya, sehingga semakin sama latar belakang budaya antara komunikator dengan komunikan maka komunikasi semakin efektif.
2. Nilai-nilai yang dianut oleh suatu kelompok sangat mempengaruhi cara mengamati pesan.
3. Harapan, harapan mempengaruhi penerimaan pesan sehingga dapat menerima pesan sesuai dengan yang diharapkan.
4. Pendidikan, semakin tinggi pendidikan akan semakin kompleks sudut pandang dalam menyikapi isi pesan yang disampaikan.
5. Situasi, perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungan atau situasi.
H. Umpan balik (feed back)
Tujuan dari komunikasi adalah umpan balik sesuai yang diharapkan. Yaitu dapat berupa peruahan tingkah laku, yang berubah menjadi lebih baik, dan sebagainya.
Macam-macam umpan balik :
1. Umpan balik verbal (verbal feed back)
Umpan balik yang diungkapkan dengan kata-kata
2. Umpan balik non verbal (non verbal feed back)
Umpan balik yang diungkapkan dengan lambang yang ditunjukan oleh tunuh, misalnya tepuk tangan, atau bahkan dapat berupa sorakan.
3. Umpan balik Nol (zero feed back)
Umpan balik dimana komunikan tidak mengerti dengan apa yang disampaikan oleh komunikator.
4. Umpan balik Netral (Natural feed back)
Umpan balik dimana pesan yang disampaikan oleh komunikator dimengerti oleh komunikan, hanya yang diungkapkankomunikan tidak relevan dengan topic pembicaraan.
Langganan:
Postingan (Atom)